Pasca 11 Agustus, Kapolres Bangkalan Beri Kelonggaran Warga Boleh Gelar Kegiatan


Bangkalan.jatim.polri.go.id, Polres Bangkalan - Pembatasan selama masa pandemi Covid-19 menimbulkan perekonomian di segala sektor menurun. Untuk menghindari kondisi ini Bupati Bangkalan membolehkan semua kegiatan masyarakat mulai bisa dilaksanaka 11 Agustus 2020 mendatang.Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, penetapan tanggal tersebut sesuai dengan surat edaran tanggap darurat yang berlangsung selama 60 hari dan berahir pada 11 Agustus. Meski begitu, surat izin keramaian belum bisa dikeluarkan. "11 Agustus boleh melaksanakan kegiatan seperti biasa, tetapi dengan protokol kesehatan ketat. Jika ada yang melanggar maka harus siap dibubarkan," terang bupati Bangkalan pada hari ini Rabu (29/7/2020) di kantor Pemkab.Tak hanya kegiatan masyarakat, ia mengaku kegiatan perekonomian secara beriringan akan mulai digerakkan. Kini pihaknya juga akan mengkaji penerbitan izin keramaian yang akan ditinjau dari sebaran pasien Covid-19 di Bangkalan. Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. mengaku akan melakukan pemantauan dan penindakan tegas jika nantinya masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan. Orang nomor satu di Polres Bangkalan tersebut¬† juga menekankan agar masyarakat melakukan kegiatan dengan kapasitas 50 persen dari jumlah ruang kegiatan."Salah satunya harus physical distancing akan kami pantau. Kegiatan di dalam ruang atau luar ruang harus 50 persen dari kapasitas dan menerapkan protokol," ucapnya. Pihaknya juga mengatakan secara teknis pengadaan acara harus menandatangani kesepakatan penerapan protokol kesehatan. Sehingga pihak Polsek atau Polres meninjau langsung lokasi acara. "Harus tetap mendapatkan ijin dari Polres, agar bisa kami pantau bagaimana bentuk kegiatannya," tambah beliau.Lebih lanjut lagi, kedepan dalam waktu dekat¬†Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. juga menuturkan jika Gedung Pernikahan di kabupaten Bangkalan yang paling terkenal yakni Gedung Rato Ebhu yang terletak di pusat kota akan menguji coba menggunakan sistem protokol kesehatan yang ekstra ketat demi menghindari penambahan angka positif covid dari cluster baru. "Mungkin bisa dalam waktu dekat kami adakan Pernikahan Tangguh yang memakai standar protokol covid-19 dan sesuai SOP yang berlaku," tandas Alumnus Akpol tahun 2001 tersebut secara eksklusif kepada awak media. (Duwi)