Program


Kedaulatan Bangsa & Kemandirian Ekonomi ditentukan seberapa besar masyarakat memiliki jiwa bisnis. Saat ini Umat dijadikan pasar belum menjadi pelaku utama pasar, data dari Global Wealth Report, 2016 dari Credite Suiisse ketidakmerataan ekonomi Indonesia mencapai 49,3%.

Melalui ritel (modern market), LEU membentuk jaringan/network pemasaran sebagai kunci awal “Kemandirian dan Keberhasilan Ekonomi Umat”, membantu masyarakat kurang mampu menjadi pengusaha, dengan sistem konsinyasi, mudah dan murah, sistem IT yang terintegrasi dan online. Didukung dengan program pelatihan dan pembinaan untuk menghasilkan produk unggulan di sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, UMKM, Industri dan sektor unggulan lainnya, dan dapat bersaing dipasar global/eksport.

Lembaga Ekonomi Umat/LEU hadir sebagai pendorong arus baru kebangkitan ekonomi umat untuk mewujudkan sistem perekonomian nasional yang adil merata dan mandiri mengatasi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di Indonesia. Sehingga dukungan strategis Pemerintah, Ulama, Ormas Islam, Pengusaha dan pihak terkait dibutuhkan untuk keberhasilan program-program Lembaga Ekonomi Umat/LEU.



Lembaga Ekonomi Umat/LEU didirikan sebagai respon dan tindak lanjut yang kongkrit dari Kongres Ekonomi Umat dan pertemuan MUI dengan Presiden tanggal   22-24 April 2017.

Lembaga Ekonomi Umat didirikan di Jakarta, pada tanggal 1 Juni 2017, oleh Dewan Pendiri dengan semangat dan idealisme yang kuat untuk membangkitkan perekonomian Indonesia dan memiliki legalitas yang disahkan oleh Kementrian Hukum dan HAM nomor AHU-0009922.AH.01.07 Tahun 2017.